Rabu, 29 Februari 2012

LEBIH SEHAT DENGAN SIKAP TUBUH YANG BENAR


Siapa yang tak ingin punya tubuh tegap, bugar  dan bebas bungkuk sampai usia tua? Semua orang hampir dipastikan ingin mendapatkannya, juga bebas dari nyeri punggung maupun pinggang yang sering mengganggu kegiatan sehari-hari. Namun hal ini tidak dengan sendirinya bisa kita peroleh, perlu menjaga sikap tubuh sejak usia dini dan menghindari sikap tubuh yang keliru.  Sikap tubuh yang kurang tepat dapat memengaruhi postur tubuh. Bila didiamkan atau tidak mendapat penanganan yang semestinya dapat menyebabkan kelainan pada tulang belakang. Ragam kelainan yang ditimbulkan berbeda-beda, dapat berupa skoliosis (kelengkungan tulang belakang abnormal ke arah samping), atau kyphosis (tulang belakang yang membengkok dan kelihatan bongkok dari arah samping).
Untuk mempertahankan postur tubuh yang baik, ada beberapa sikap tubuh yang  sebaiknya diperhatikan, yaitu  :
1.Berdiri
Jika harus berdiri dalam tempo lama, istirahatkanlah  salah satu kaki secara bergantian. Letakkan salah satu kaki di atas sesuatu yang letaknya sedikit lebih tinggi dari kaki yang lain. Jika harus bekerja dalam posisi berdiri, hindari posisi tubuh membungkuk atau miring ke samping, begitupun di saat berjalan, dan bagi wanita sebaiknya menghindari penggunaan sepatu berhak tinggi.

2. Duduk
Pilihlah kursi yang dapat mendukung bagian belakang tubuh pada posisi yang benar dan nyaman. Sesuaikan posisi kursi agar kaki dapat menapak di lantai. Kosongkan isi kantong belakang celana (dompet, kunsi, notes, dan sebagainya) agar tidak mengganggu keseimbangan bagian belakang tubuh. Selain itu kondisi isi dompet yang tebal di kantong celana bagian belakang juga dapat membuat nyeri pinggang karena adanya tekanan terhadap otot pantat secara terus menerus dan tekanan yang lebih besar di saat duduk .
ndie-online.blogspot.com


3.Mengangkat benda
Ada beberapa teknik yang digunakan dalam mengangkat dan membawa suatu benda yang dapat melindungi punggung dan dapat mencegah cidera. Bagaimanapun, teknik terbaik dalam mengangkat adalah pengangkatan secara diagonal. Kaki memisah, dengan satu kaki sedikit ke depan dari kaki yang lain. Ini memberikan basis penyangga yang lebar, lebih stabil, lebih bertenaga, dan lebih kuat. Tekuk lutut dan berjongkok; jaga punggung  tetap lurus dan kepala juga lurus selama mengangkat. Posisi ini memberikan kekuatan yang lebih untuk otot-otot tungkai yang lelih luas dan menjaga keseimbangan punggung.
                as-promedik.com
                               
4.Membawa benda
Pastikan benda selalu menempel pada tubuh, selama mengangkat dan membawanya. Semakin jauh anda membawa suatu benda dari tubuh anda, semakin beresiko untuk punggung anda. Jangan mendadak atau menyentak selama anda mengangkat dan jangan memutar atau menyamping. Ini adalah kebiasaan buruk yang menyebabkan tekanan yang lebih untuk punggung anda, terutama ketika mengangkat secara berulang-ulang, dan akan menyebabkan cidera yang serius nantinya. Ketika membawa suatu benda, gunakan postur yang tepat yaitu berdiri tegak. Jangan terlalu membungkuk ketika berjalan. Membawa dengan beban di depan dan menempel ke tubuh, tetapi ketika membawa dengan jarak yang jauh, bawalan benda dengan menggunakan bahu anda, dan jika benda terlalu berat, carilah bantuan.
kaskus.us
5.Mengambil sesuatu dengan berlutut ,jangan membungkuk :
Hindari membungkuk setinggi pinggang ketika mengambil sesuatu. Hal ini dapat menciptakan ketegangan pada punggung dan memperbesar resiko cedera .

diahrisdianto.blogspot.com



6.Tidurlah di atas kasur yang tidak terlalu empuk
 Kasur yang terlalu empuk dapat membuat punggung dalam posisi melengkung , sehingga anda merasa tidak nyaman jika saat bangun tidur. Pakailah tempat tidur  yang agak keras atau kasur dengan kekuatan pegas yang masih kuat. Jika tidur miring usahakan merapatkan lutut satu sama lain. Atau jika telentang letakkan bantal dibawah lutut .

7. Bangun dari tidur
Jika anda tidur telentang, jangan langsung bangun, tetapi miringkan dahulu tubuh anda. Selanjutnya bangun dengan cara mengangkat badan menyamping sehingga posisi anda menjadi duduk di atas kasur. Setelah itu pijakkan kaki anda ke lantai untuk bangkit dari tempat tidur .
k3pelakan.blogspot.com
8.Olah raga
Bersepeda, berenang dan jalan santai adalah olah raga yang sangat dianjurkan bagi orang yang sedang mengalami cedera punggung . Karena dalam olah raga tersebut tidak membuat tekanan yang berlebihan terhadap punggung .

Untuk itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari untuk mempertahankan postur tubuh yang baik antara lain :

1. Posisi duduk membungkuk
Kebiasaan duduk membungkuk memang terasa nyaman, atau terjadi karena pemakaian kursi yang tidak ergonomis. Kemungkinan lain, kursi yang digunakan lebih tinggi dibanding mejanya hingga orang akan membungkukkan badannya saat menulis ataupun kala melakukan aktivitas di meja tersebut. Bila kebiasaan ini dibiarkan dapat memunculkan ketegangan otot pada wilayah leher dan punggung yang berujung pada keluhan rasa pegal-pegal atau kaku. Bila keluhan ini dibiarkan dalam waktu lama dapat menyebabkan terjadinya kyphosis. Untuk mengoreksinya (bila tergolong ringan), dapat dilakukan dengan latihan guna memperbaiki postur tubuh sekaligus menguatkan otot. Di samping melakukan senam untuk mendukung penguatan otot di sekitar wilayah punggung dan bahu. Sedangkan bila tergolong berat perlu dilakukan operasi.
growingtallerguide.com

2Posisi duduk miring
Kursi yang tidak ergonomis atau ketinggian kursi yang tidak sama dapat menyebabkan orang duduk dengan kemiringan tertentu. Bila berlangsung terus-menerus, lambat laun akhirnya membentuk jadi kebiasaan. Otot-otot dan tulang belakangnya dipaksa bekerja ekstra keras untuk melakukan penyesuaian dengan posisi tubuh. Akibatnya, terjadilah ketegangan otot. Jadi wajar, bila muncul keluhan rasa kaku atau pegal di wilayah punggung dan pinggang karena otot-otot yang tegang.  Bila posisi ini berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan kelainan postur yang dikenal dengan nama skoliosis. Namun, bila bengkoknya kurang dari 20 derajat cukup dilakukan senam untuk menguatkan otot dan pembentukan postur. Sedangkan bila tergolong skoliosis menengah, perlu dibantu alat dan bila tergolong berat harus dioperasi.

kidsgen.blogspot.com

3Membawa beban berat
Membawa beban yang berat pada satu sisi, misalnya, membawa tas pada bahu kanan atau kiri saja terus-menerus juga dapat menimbulkan ketegangan otot di wilayah bahu yang digunakan. Ditandai dengan rasa pegal-pegal atau kaku, nyeri pada wilayah tersebut. Bahkan, bila kondisi ini berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan terjadinya perubahan postur meski bukan selalu skoliosis.  Bila perubahan postur tersebut sampai mengakibatkan bahu tinggi sebelah, kepala menjadi miring dan panggul tinggi sebelah maka perlu melakukan pemeriksaan rontgen. Bila diketahui tulang belakangnya melengkung hingga membentuk huruf "S", maka dapat dinyatakan menderita skoliosis. Langkah selanjutnya, tinggal menentukan derajat kemiringan lengkungan tersebut guna menentukan terapi atau tindakan yang harus dilakukan.

4Menulis sambil tiduran
Posisi menulis sambil tiduran di lantai dapat menyebabkan keluhan nyeri pada leher, bahu, dan punggung karena ketegangan otot kendati tidak sampai menyebabkan skoliosis. Akan tetapi, bila posisi tiduran, tengkurap, atau sikap duduk yang salah dibiarkan terus-menerus dan membentuk kebiasaan dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Posisi tengkurap, contohnya, akan menekan dada dan juga paru-paru yang berarti akan menghambat sirkulasi oksigen. Padahal, kelancaran pasokan oksigen sangat diperlukan otak dalam berkonsentrasi. Akibat lainnya adalah mudah mengantuk. Selain itu, posisi tiduran atau tengkurap juga menyebabkan jarak pandang mata dan buku pelajaran menjadi lebih dekat sehingga kurang baik untuk kesehatan mata.

Kebiasaan posisi tubuh yang baik tidak hanya membuat postur tubuh menjadi bagus, tapi hal ini juga bisa memberikan kepercayaan lebih dalam pikiran seseorang. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika pada sekelompok mahasiswa di Ohio State University diperoleh hasil bahwa orang yang sering duduk dengan posisi tegak lebih percaya mengenai apa yang ditulisnya serta merasa yakin bahwa dirinya memang memenuhi kualifikasi. Sedangkan jika posisi duduknya membungkuk, cenderung kurang percaya untuk menerima perasaannya mengenai kemampuan dirinya sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana postur tubuh tidak hanya mempengaruhi pikiran kita tapi juga bagaimana kita berpikir mengenai diri sendiri.

Kekeliruan posisi duduk biasanya dialami oleh karyawan yang bekerja di kantor dan menghabiskan waktu selama 6 jam setiap hari untuk duduk, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari keluhan akibat posisi tubuh yang keliru saat bekerja :

1.      Jangan silangkan kaki saat duduk
Menyilangkan kaki bisa menyebabkan nyeri punggung bagian bawah hingga memicu penyakit hernia. Posisi itu juga dapat mengurangi sirkulasi yang bisa menimbulkan vericose vena atau varises.

2. Luruskan kaki

Luruskan kaki ke depan saat duduk untuk menjaga posisi panggul dan pinggul agar senantiasa seimbang saat duduk.

3. Tambahkan alas

Sekali-kali menempatkan salah satu kaki di atas sebuah boks atau buku telepon, kaki akan mendapat tekanan dari tulang belakang.

4. Menunduk ke bawah
Sekali-kali membungkuklah di sisi samping kursi Anda untuk membuka obliques (otot perut bagian samping) dan membawa aliran darah ke tulang belakang.

5. Regangkan dada
Angka tangan ke samping dengan jempol mengarah ke atas, meremas tulang belikat Anda bersama-sama. Peregangan ini meregangkan otot dada yang kaku.

6. Atur ruangan kerja
Ergonomi adalah kunci sehat bekerja di kantor. Atur posisi monitor sesuai dengan ketinggian mata, atur posisi keyboard sesuai dengan pergelangan tangan, cobalah untuk tidak bersandar sambil berbicara di telepon.

7. Jalan-jalan
Bangunlah dari kursi berjalan-jalan sebentar saat waktu senggang.

8. Berdiri

Ini tentunya tak memerlukan bantuan orang lain. Berdiri setidaknya sekali setiap 30 menit untuk meningkatkan sirkulasi darah dan meregangkan tubuh.

9. Postur tubuh
Saat duduk, terapkan postur tubuh yang baik dengan menarik di perut dan luruskan punggung.

10. Bernapas

Bernapas dalam-dalam disertai fokus dapat mengurangi tekanan darah, stress, dan memberi Anda energi lebih.

Sikap tubuh yang sepertinya suatu hal yang kecil dan sepele, namun jika tidak diperhatikan ternyata dapat mempengaruhi postur dan kesehatan, tidak ada kata terlambat untuk memulai memperbaiki sikap tubuh asal mau mencoba dan berusaha.

Posisi Kerja Sehat untuk Karyawan Kantor. 2011.  Prita Daneswari. http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2011/10/31/4589/4/Posisi-Kerja-Sehat-untuk-Karyawan-Kantor. diakses tanggal 20 Oktober 2011.

Biasakan Postur Tubuh Tegak Agar Pikiran Jernih. 2009. Admin. http://id.shvoong.com/exact-sciences/bioengineering-and-biotechnology/1936173-biasakan-postur-tubuh-tegak-agar/#ixzz1dvO9wVRu. Diakses tanggal 20 Oktober 2011.
Cara mengangkat beban dengan tepat dan benar. 2010. Admin. http://k3pelakan.blogspot.com/2010/01/safety-talk-cara-mengangkat-beban.html. diakses tanggal 20 Oktober 2011.

MAAFKAN AKU PAK SATPAM

Hari ini tidak seperti kemarin, lebih tepatnya tidak sama persis.
Cuaca dan mendung bergantian dengan cahaya malu-malu matahari
tidak terlalu beda dengan hari-hari yang lalu sebenarnya.....
yang berbeda sesungguhnya adalah aku.

Hari ini aku tidak melirik-lirik ke pos satpam,
Tidak berlambat-lambat memarkir kendaraan,
Tidak berlama-lama mengeluarkan ransel dari kabin,
Tidak lagi pelan-pelan berjalan dari mobil menuju pintu masuk....
Tidak lagi menunggu dipanggil pak satpam.

Tiga pekan belakangan ini mungkin aku terlihat aneh bagi 8 satpam yang bertugas bergantian menjaga kantor.
Aku yang dikenal sebagai  "pejalan cepat",
biasanya melintas halaman pergi dan pulang dengan serba cepat.
Tetap dengan senyum untuk mereka tentu saja,
sapaan kecil atau lambaian tangan dan klakson singkat yang kubunyikan jika mereka membantu menyeberang-kan ketika aku memasuki atau keluar dari halaman kantor.

Tapi tidak untuk tiga minggu terakhir ini.
Alasanku menurunkan dengan drastis kecepatanku adalah aku mengharapkan lebih dari sekedar sapaan. ...
Aku menunggu kalimat "Bu Anjas, ada paket" atau "Bu Anjas ada surat"
Yang tak kunjung kudengar dalam tiga minggu berarti ini.

Baiklah, akan kuurai keruwetan benang cerita ini dari pangkalnya.
Pertengahan tahun ini aku mengirimkan aplikasi beasiswa ke sebuah sumber – yangtakperlu diperjelasnamanya.
Untuk pemberitahuan berhasil atau tidaknya masuk ke tahap selanjutnya, akan dikabarkan melalui surat/pos pengiriman.
Dengan pertimbangan :
  1. Senin-Jumat pukul 06.30 – 16.30 tidak ada orang di rumahku
  2. Sabtu – Ahad, hampir selalu sebagian atau seluruh waktu diantaranya kami sekeluarga melakukan aktivitas di luar rumah.
Maka aku menuliskan alamat surat di kantorku, harapannya hari apa pun dan jam berapa pun ada satpam yang stand by di kantor 7 hari seminggu, 24 jam sehari jika pembeirtahuan itu datang sewaktu-waktu.

Menjadi tenangkah aku setelahnya? Awalnya iya.

Akhir Juni s.d Pertengahan November  aku melupakan aplikasi – yangtakperludiperjelasnamanya itu.
Tetapi, karena key dates di website-yangtakperludiperjelasnamanya, disebutkan bahwa pekan III November akan ada pemberitahuan untuk kandidat yang lolos tahap berikutnya dan di pekan IV akan disampaikan pemberitahuan bagi kandidat yang tidak lolos....aku sungguh mulai tersiksa.

Pekan ke-tiga November kulewati dengan harapan besar dan senyum lebar untuk para satpam (seperti yang kuceritakan di atas)....
Pekan ke-empat harapan mendapatkan pemberitahuan tetap besar, tapi senyumku tak selebar sebelumnya.....aku menunggu kepastian penolakan.
Di penghujung November aku sudah uring-uringan, menunggu adanya kejelasan yang tak kunjung datang.
Nasehat seorang teman yang pernah sukses melampau tahap yang kulalui adalah, “Tunggu sampai akhir pekan ini”

Tiga pekan penantianku berlalu, sampai akhirnya memasuki bulan Desember, belum ada tanda-tanda akan datangnya pemberitahuan itu.

Galaukah hatiku ? jelas iya jawabannya.

Nasehat manis suamiku adalah, “Pasti yang terbaik yang dipilihkan oleh-NYA”
Hatiku membenarkan kalimatnya, otakku menerima pendapatnya.
Tempatku yang terbaik saat ini  adalah disini, mendampingi suami dan ketigaanakku, tanpa ada jeda waktu perpisahan meski CUMA sementara.

Jadi, kumenata hati.
Menarik kesimpulanku sendiri, bahwa aku tidak mendapatkan kesempatan kali ini.
Dan kesimpulanku menenangkan hatiku.

Tak ada lagi berharap-harap dipanggil pak satpam menyampaikan sesuatu.

Pak Satpam, maaf jika sikapku mengganggu tiga pekan ini.
Tak kan terjadi lagi, tahun ini....
Tapi mungkin akan berulang,
Tahun depan hehehehe......

SALURAN EMOSI

Cara orang menyalurkan emosi memang berbeda-beda,  adanya yang menjadi suka atau sangat suka makan ketika sedang jengkel atau marah,atau sebaliknya tidak mau makan sama sekali.
Seorang teman mengatakan bahwa menulis adalah cara paling mudah baginya menyalurkan segala apa yang dirasakannya, kesenangan, kesedihan, kemarahan.....
Mhm....aku lebih suka dengan pilihan yang terakhir, meski tidak mudah buatku. Menulis lebih sering kulakukan dalam keadaan tenang, bahagia atau bersemangat menghadapi sesuatu....agak sulit menuangkan kata-kata yang runut dan indah jika sedang ‘emosi jiwa’.
Pilihan yang kulakukan untuk menyalurkan tenaga emosi jiwa adalah...BERSIH-BERSIH, kegiatan yang mengandalkan kekuatan otot. ....hehe...
 Menyikat kloset, menguras bak mandi, menggosok kuat-kuat untuk melenyapkan kotoran dari lantai dan dinding kamar mandi dan toilet adalah salah satu tempat favoritku. Selain karena adem dekat dengan air, tempatnya tersembunyi dari anak-anak dan suami yang tak perlu melihat jika ekspresi wajahku yang  mengeras atau melelehkan air mata hehehe....
Suamiku yang sudah hafal dengan kelakuanku senyum-senyum saja kalau aku sedang dalam “proses pembebasan emosi”.
Nah, kalo tenaga terkuras, setelahnya aku akan tertidur dengan sukses, gak sempat lagi melamun-lamun tentang hal yang membuatku kesal sebelumnya....dan biasanya esok hari rasa kesal sudah hilang.
 Kalau masih jengkel, ya ...mencari target menyikat dan menggosok yang lain. Ehm..

BERTEMU LAGI DENGANMU (Setelah 10 tahun berlalu)

Ini catatan pertemuan dengan seseorang yang sangat istimewa, yang kusayangi,
meski singkat...melepas rindu dengannya membangkitkan kenangan sekaligus memberikan energi yang tidak biasa.

"Do you have time today?", sebuah pesan singkat dari nomor tak dikenal masuk ke hp ku siang itu.
Tak segera kujawab, nomornya tak terekam dalam hp yang baru kupakai beberaa waktu (yang lama berikut nomor di dalamnya hilang).
Kucoba bertanya pada teman "Kenal nomor ini?"
Ketika jawaban tidak kudapatkan, kuperas ingatanku....dan deretan angka itu tak mengingatkanku pada siapapun.
Prasangka baikku menggerakkanku untuk menjawab dengan permintaan maaf karena tak mengenal nomornya, dan menanyakan identitasnya.
Jawabannya adalah sebuah nama yang merekahkan senyumku, melontarkanku ke pertengahan tahun 1996 (oh, itu sudah lebih dari 15 tahun yang lalu) saat pertama kali aku berjumpa dengannya.
Kabar berikutnya yang mengatakan dia ada di Jogja sampai beberapa hari ke depan, kujawab dengan janji untuk menemuinya dan mempertemukannya dengan anak-anakku.

Lepas maghrib, kuajak Sakha dan Akhsan meluncur ke sebuah Hotel di Jalan Solo, searah dengan Toko Buku yang sudah beberapa hari menjadi target kunjunganku dan anak-anak, kami berencana ke Toko Buku setelah menemui teman ibu.

Semula aku berniat menemuinya di lobby, bermaksud tak terlalu mengusik ketenangannya.
Sesampai di basement dan kutelpon dia "Naik aja ya.."
Aku dan anak-anak segera naik menuju kamar yang disebutkan deretan nomor olehnya.

Di depan pintu kamar, kuhubungi nomornya...dan terbukalah pintu kamar itu.
Sakha dan Akhsan dengan spontan menerobos masuk saja, bersalam sepintas lalu dan langsung berteriak...
"Ibu, aku mandi disini ya..."
Hehe...tersipu aku dengan spontanitas anak-anakku, tapi senyum hangat dan sapa ramahnya membuat anak-anak semakin keras berusaha minta ijin.

"Bilang dulu, boleh nggak" Kataku sambil melirik sang empu kamar
"Boleh nggak mandi disini" Cepat sekali Akhsan mengalihkan pandangan dan meminta ijin
"Boleh" Kata temanku sambil tersenyum simpul..."Anakmu Njas..." gumamnya
"Tapi cium dulu" katanya mengajukan syarat
Dan tanpa ragu Akhsan sudah mendekat dan mencium pipinya
"Ya...boleh-boleh"  Kata anak-anak setelahnya sambil melucuti baju
Sementara duo heboh memberantakkan kamar mandi, aku dan dia leluasa bercerita.
Sungguh, sepuluh tahun bisa memberikan perubahan yang sangat menyenangkan...
Kisahnya yang sempat membuat mataku berkabut, ditutup dengan akhir yang (sepertinya) akan menjadi manis.
Tapi caranya bertutur....membuatku bangga
tenang, dewasa dan percaya diri.
Satu lagi, cahaya cinta begitu kuat terpancar di binar wajahnya,
Ketika menceritakan pernikahannya, sang pujaan hati.
Membuatku ikut berbahagia untuknya.
Puas memberantakan kamar mandi (sampe temanku memanggil housekeeping untuk membereskan kembali kamar mandi)
Kami melanjutkan perjalanan ke Toko Buku.
Sepertinya baru kemarin kami bertemu,
"anak-ankmu udah gedhe ya" bisiknya padaku
Hehe...gedhe dan punya pertanyaan dan pernyataan tak terduga untuknya, ketika kami melangkah keluar kamar.
Sakha : "Tante gak pake jilbab?" tanya Sakha melihat scarf yang dililit di leher temanku
Tante : "Belum", jawab si Tante sambil melirik kpadaku
Aku : (Kena kau...dalam hati )...senyum simpulku
Akhsan : " Nggak punya jilbab ya?"
Tante : "Enggak?" sambil senyum semakin lebar
Akhsan : "Kasihaaan....(dengan gaya upin-ipin) sambil berlari menuju lift
Aku & Tante : Terkekeh
Dan malam itu, sungguh menjadi malam yang manis, setelah beli buku dan makan lesehan di depan KR. Mengantar si tante ke hotel dan kembali ke rumah diiring dengkur halus Akhsan di jok depan dan Sakha di jok belakang....
Sampai ketemu lagi temanku....

UNDERESTIMATE

Sebagian orang mungkin pernah punya pengalaman meng-under estimate atau di-under estimate- ti.... (He...boleh nggak sih disebut begitu menurut tata bahasa ?....Kalo keliru maafkan daku lah Pak JS Badudu).
Pengalamanku sebagai pelaku estimasi terjadi ketika di aku menawar cabe 2/3 harga (aku tahu cabe lagi mahal waktu itu....tapi namanya usaha tho....).
Jawaban dari si penjual adalah 'prengutan' dan kalimat "Yen rego semonten kulo kulak teng sampean, Mbak!" (Jawa=Kalo harga segitu saya mau deh beli dari anda)
Kabuuur......itu adalah solusiku waktu itu dan pikir-pikir kalo mau nawar barang lagi, takut underestimate gitu.
Nah....kalo jadi objek estimasi, terjadi padaku pekan lalu.
Pelakunya adalah Sakha anak sulungku.
Ketika aku mulai mengisi TTS di sebuah surat kabar, Sakha memperhatikanku. Akhsan melihat sambil lalu
Saat hampir semua kotak terisi, Akhsan berkomentar
"Wah....udah hampir penuh" dengan senyum dan sorot mata bangga (menurutku)
Hidungku udah kembang-kempis aja, ketika kemudian Sakha berkata
"Pertanyaannya gampang-gampang ya, Bu....Kok ibu bisa ngisi semua!"
Wa......dan aku bisa membayangkan perasaan si penjual cabe

DUA BAB PERTAMA (dari sebah calon) BUKU SAKHA

 Beberes berkas di kantor, menemukan tulisan tangan Sakha di dua kertas HVS yang dilipat menjadi dua  dan direkat dengan lem di bagian tengahnya membentuk sebuah buku sederhana dengan halaman depan bergambar (gambar tangan Sakha) seorang anak perempuan berambut panjang, memakai rok selutut dengan tas selempang di bahu dan  tersenyum ceria.
Sebuah judul di bagian atas gambar gadis kecil tadi berbunyi MIA SI RAMBUT EMAS.
Ow...rupanya milik Sakha yang tertinggal di meja kerjaku saat ia ikut ke kantor pekan kemarin (anak kelas satu libur 2 hari ketika anak kelas 6 SD menghadapi UAN)
Kubuka lipatan pertama, halaman kedua ada gambar lagi, gadis kecil yang sama (dengan model rambut dan senyum serupa gambar di halaman muka) namun kali ini model pakaiannya berbeda dan tanpa tas.
Sebagai gantinya, ada seekor kucing duduk di dekat kaki si gadis kecil.
Aku tuliskan saja halaman kedua dan selanjutnya...

BAGIAN KE SATU
TERKEJUT
Jam menunjukkan pukul 6 pagi. Hari ini hari Minggu. Mia senang karena akan dibelikan kucing, ia meloncat-loncat di atas tempat tidur. 4 jem kemudian sampailah Mia di sana. Ia langsung muter-muter dan sampailah ia berhenti di suatu tempat . Ia melihat kucing yang indah berbulu putih salju, bermata hitam bundar, ia akhirnya membeli kucing itu. Saat di rumah ia mengelusnya. Tiba-tiba rambutnya menjadi warna emas. Ia sangat terkejut dan terkejut.

Halaman ketiga, ow....halaman ini kosong...Sakha belum membuat ilustrasinya
lanjut ke halaman ke empat
BAGIAN KE DUA
MALAS KELUAR
Mia sangat senang tapi sedikit malu, pengen disemir hitam, pengen njual kucingnya, nggak pengen sekolah, pengen sembunyi terus, enggak pengen apa-apa, pengen beli kucing yang lain, pengennya di rumah terus....pokoknya di rumah....
Bersambung...

Wah, lha kok bersambung...aku sudah pengen tahu kelanjutannya.
Sepertinya (mirip ibunya) Sakha kalo lagi nggak mood ya nggak mau dipaksa menulis (atau menggambar).
Kadangkala hasil karya-hasil karya kecil (yang menurutku sangat mengagumkan) tidak terlalu di’openi’nya..
.tersebar di atas meja belajar, di deket tumpukan buku, di Mushola....aku yang gemes sendiri, sering mengingatkan dengan
 “Kak, karyanya disimpen di map to...!” (sengaja kusiapkan masing-masing untuk Sakha dan Akhsan menyimpan hasil karyanya.
 “Nanti, Bu...” Jawaban standar Sakha
“Keburu dibuat pesawat Abbad..., ayo  Kak” kejarku lagi
“Gak papa buat Abbad aja” jawabnya kalem sambil melanjutkan aktivitas
Dan aku yang tak tega (eman-eman) dengan hasil karnyanya, ‘ngalahi’ mengambil karyanya, memotretnya denga kamera, lalu menyimpan di map Sakha.
“Ayo Ndhuk, berkarya lagi.....dan jangan males ngopeni” (Doaku dalam hati)
kalo lagi mood bisa penuh mewarnai
salah satu karya yang terselamatkan

PROYEK MENYAPIH

Enam tahun yang lalu, di dua bulan umur kehamilan anak kedua , aku sampai pada keputusan ‘terpaksa’ untuk menyapih  Sakha. Terpaksa karena pada waktu itu umur Sakha belum genap dua tahun, baru 18 bulan. Aku berharap masih bisa memberikan ASI sampai 6 bulan kemudian. Tapi keputusan itu harus kuambil, sebab untuk mengambil pilihan lain seperti menyusui ketika hamil, tak berani kulakukan karena sempat mengalami perdarahan di awal kehamilan.

Waktu itu, mencoba mencari cara menyapih terbaik dan tercepat dengan mempertimbangkan cerita pengalaman sanak saudara teman tentang cara menyapih anak-anaknya.  Ada yang dioles ini-itu, ada yang pake ‘jopa-japu’, diberi air dari mbah ini-mbah itu, disuwukke disana dan disitu.
Aku pakai caraku sendiri saja lah, kuoles dada dengan krim penghangat yang biasa kupake jika Sakha susah tidur karena flu dan tersumbat hidung.

Dan, berhasil....Sakha tak berminat lagi menyusu, meski selama satu pekan dalam proses penyapihan badannya agak demam, tapi aku tetapkan untuk bertega hati. Toh ketika malam dia merasa lapar, Sakha mau makan yang lain sebagai gantinya.

Karena tak suka susu formula, makanan pengganti favoritnya adalah  dua - tiga sendok nasi anget dengan frekuensi 2-3 kali tiap malam.  Makan nasi tengah malam ini hanya berjalan dua minggu, setelahnya Sakha tidur anteng sejak mapan tidur sampai bangun keesokan harinya.

Menyapih Akhsan punya cerita lain, alasanku menyapihnya saat umur 23 bulan bukan karena aku keburu hamil...tapi karena lecet bin luka berdarah...Akhsan dengan gigi-giginya dan kekuatan hisapnya membuat luka yang tak tertahankan perihnya.

Atas saran seorang teman dokter, aku menyapih Akhsan dengan cara yang sangat mudahnya.
 Pada hari itu aku mengatakan “Akhsan, sudah besar nggak usah mimik ibu lagi ya...”
Akhsan tidak menjawab mengiyakan, tapi saat dia minta minum...susu dalam gelas yang kuberikan tak ditolaknya dan tak ada rengekan minta ASI. Setelah disapih Akhsan minum  empat gelas susu semalam.

Menyapih Abbad agak berbeda dengan dua pendahulunya,sempat terbersit keinginanku untuk memberikan ASI lebih dari dua tahun....berusaha mencari referensi sana-sini. Dari pandangan syariah, kesehatan dan psikologi, sampai pada kesimpulan....AKU RAGU JIKA HARUS MEMBERI ASI LEBIH DARI DUA TAHUN.

Di usia Abbad 22 bulan aku mengalami lecet bin luka berdarah meski tak separah saat Akhsan dulu, saat itu aku berniat menghentikan pemberian ASI...tapi aku ragu karena selera makan Abbad belum sebagus kakak-kakaknya di usia yang sama.  Keraguanku sempat mengundang komentar suamiku dengan

“Kayak baru punya anak satu aja”

Karena tak kuat juga menahan sakit kuhentikan pemberian ASI dengan memberikan alasan ke Abbad

“mimik ibu sakit”

Tapi itu hanya bertahan dua hari satu malam, di malam kedua...aku tak tahan mendengar rengekan Abbad, lecetku sudah mulai membaik dan aku tak tahan menahan sakit yang lain (sakit bengkak karena timbunan air susu di dada).

Walhasil gagal sudah rencana penyapihan tahap pertama.

Kurang dua pekan dari usia dua tahun, aku mendapat tugas ke luar kota, Cuma dua hari satu malam saja sebenarnya...namun aku bertekad menggunakan kesempatan ini benar-benar untuk menyapih Abbad.

Kuminta kesediaan Ibuku untuk menemani suami dan anak-anak selama aku pergi, tak tega juga membayangkan kerewelan Abbad tanpa ada pendamping yang paham tentang tugas susu-menyusui ini.

Abbad rewel banget, menangis keras-keras....”nangis njempling-njempling” kata suamiku menggambarkan kerewelan Abbad saat sapih malam pertama.
Di malam kedua saat aku sudah ada disampingnya pun tangis njempling-njemplingnya tetap tak tertahankan...Itu terjadi sampai di malam ke-empat meski berangsur berkurang frekuensi dan amplitudonya.

Rasa sakit karena bengkak yang kurasakan di dada juga berangsur berkurang, aku memerahnya sedikit untuk mengurangi rasa sakit pada saat mandi, karena produksi ASI juga akan berangsur turun jika tak lagi disusu anak.

Di malam kelima tangis Abbad tak lagi njempling-njempling, dia hanya sedikit merengek dan minta susu dan menerima gelas berisi susu UHT yang kuangsurkan, diminum habis dan tidur kembali.

Alhamdulillah, Selamat ya Le !

Jangan Asem