Jumat, 04 Maret 2016

Kenapa Suka Crafting Bersama Anak?


Kerajinan tangan sudah ada sejak lama ketika orang mulai membuat barang-barang untuk kepentingan mereka yang diperjualbelikan, kebutuhan spiritual, dan ekspresi kesenian. 

Saat ini kerajinan tangan banyak pula digunakan sebagai sarana belajar anak-anak. Kerajinan tangan melibatkan aktifitas seperti merencanakan, menggambar, memotong, merangkai, mengembangkan imajinasi, konsentrasi dan menjalani proses. Rangkaian proses ini akan membantu anak belajar mengelola emosinya. 

Membuat kerajinan tangan bersama anak-anak tidak hanya sekedar melatih motorik halus dan melibatkan kesenangan, namun juga memancing keingintahuan dan kreatifitasnya serta bukan tidak mungkin menjadi pemantik jiwa kewirausahaan mereka nantinya.  

Berkreasi bersama anak juga akan menumbuhkan kebersamaan dan kedekatan antara orangtua dan anak, ini bisa menjadi sarana orangtua  untuk mengenali lebih dalam karakter anaknya. 


Membuat kerajinan tangan untuk anak akan memberikan banyak manfaat yaitu meningkatkan imajinasi, kreatifitas dan ekspresi anak;  membangun rasa percaya diri dan disiplin anak; meningkatkan kemampuan anak memecahkan persoalan; membuat anak bisa bekerja sama dengan orang lain; dan membuatnya menghargai pendapat yang berbeda dengan dirinya.

Ini foto jaman baby Shafa masih di perut 9 bulan



 

Kamis, 03 Maret 2016

Serial Craft

Ini akan jadi postingan serial tentang membuat kerajinan tangan.
Dari jaman kecil dulu, membuat kerajinan tangan adalah salah satu kesukaanku selain membaca buku.

Bukan orang yang sangat terampil memang, tapi lumayan lah...hasil kreasi tangannya sempat mendatangkan rejeki baik rejeki teman maupun berupa tambahan uang saku.

Sekarang kesukaanku menular juga ke Sakha, dan tangannya lebih trampil dari aku.  Setelah tulisan ini insya Allah akan berlanjut dengan tulisan lain tentang kerajinan tangan dari flanel dan crochet yang kami kombinasikan dan kami dokumentasikan ...ehm.


Tempat Jarum 
Jarum adalah salah satu alat yang sangat sering digunakan dalam berkreasi, kita dapat membuat tempat jarum yang unik dan menarik agar jarum tidak tercecer karena anak-anak tertib menyimpan kembali jarum yang digunakannya karena tempatnya dibuat sendiri oleh mereka.
Sebenarnya ini juga untuk tempat jarum yang dipake buat menyematkan jilbab ibu. Suka slebor naruh jarum...jadi, bisa lah tempat jarum ini sebagai alternatif tempat mendlesep kan jarum pentul dan peniti agar tidak lari ke mana-mana

Siapkan bahan-bahan yang terdiri dari :
  • Wadah bekas, bisa digunakan kaleng permen, wadah bekas cotton bud atau yang lain sesuai selera.
  • Dakron untuk mengisi wadah
  • Kain flanel persegi panjang untuk melapisi sisi luar wadah
  • Kain flanel berbentuk  lingkaran dengan warna lain untuk menutup bagian atas wadah
  • Hiasan bunga dari kain flanel
  • Rantai crochet benang tunggal panjang untuk hiasan (siapkan dua warna berbeda atau sesuai selera)
   Langkah pembuatannya adalah sebagai berikut :
  • Isi wadah dengan dakron secukupnya lalu lapisi dengan kain flanel yang telah disiapkan.



  • Tutup bagian atas wadah dengan kain flanel bentuk lingkaran dengan warna yang berbeda.





 


  • Hiasi bagian atas kain penutup dengan rantai crochet yang dililitkan di sekelilingnya. 
 







  • Tambahkan lilitan rantai crochet dengan warna berbeda di bagian badan wadah.






  
    


  • Lengkapi dengan hiasan bunga dari kain flanel dan tempat jarum yang manis siap digunakan dan semoga tidak ada lagi jarum yang tercecer.






Nah....jadi deeh. 
Oiya, ini ada satu tips untuk anda yang masih setia baca postingan ini:
 
Hal yang harus dihindari saat membuat karya bersama anak:
Jangan pernah memaksa anak untuk membuat sesuatu yang tidak mereka sukai, jika anda memaksa anak maka ia akan menjadi antipati untuk membuat kerajinan tangan.  Ajak dengan riang dan berikan penghargaan atau pujian ketika mereka berhasil menyelesaikan sesuatu.

Happy crafting !
 




Kamis, 25 Februari 2016

My Lovely Pinky

Ini mustinya sudah posting sejak setaun yang lalu, tapi kok malah keselip gak sempat diunggah.

Jadi ceritanya, setelah Sakha gagal menang di lomba cerpen pertamanya.  Ada pengumuman lomba lagi !
Kali ini bertema "benda kesayangan".  Nampaknya Sakha pengen membuktikan bahwa Ia bisa dan masih bersemangat ikut lomba meski pernah kalah.

Ini pengumuman Lomba nya


Alhamdulillah, saat pengumuman ada nama Sakha menjadi salah satu pemenangnya.





Tak berapa lama setelah pengumuman, datang kiriman dari penerbit berupa tanda pembelian naskah.  Senang sekali Sakha menandatangani kontrak pertamanya, apalagi saat mendapat transfer uang dengan hasil jerih payahnya yang jumlahnya lumayaaaan banget untuk anak seusianya.

Beberapa bulan kemudian datang kiriman bukti cetak ke rumah, yang ternyata judul cerpen Sakha dijadikan judul utama dalam kumpulan cerpen yang terbit itu.  Dobel seneng dan dobel bangga deh.

Buku yang dikirim dari penerbit dibagi Sakha untuk Eyang, Simbah, Budhe. dan Tantenya. Alhamdulillah menjadi penyemangat untuk berkarya lagi.

Sebenarnya ada sih foto Sakha sedang memegang bukunya, tapi dicari kemana file nya kok belum ketemu juga.  Jadi, kukopi aja penampakannya dari salah satu lapak yang menjualnya hehe (namanya very late posting....sampe bukti otentiknya ketlingsut)


Keteraangan di bawahnya tertulis begini :




Penulis : Fathiya Raan Sakha, dkk
Penerbit : Dar! Mizan
Sinopsis :
Ifa ingin punya sepeda sendiri. Tapi, ada syaratnya. Ibu memberikan tantangan untuk Ifa. Selama dua puluh hari, Ifa harus bangun pagi., lalu bersegera mandi dan makan. Tidak pandang hari libur atau hari sekolah. Kalau satu kali saja Ifa sulit dibangunkan, harus diulang lagi sampai genap dua puluh hari berturut-turut. Wow, demi sepeda pink idamannya, Ifa pun menyanggupinya! Apakah Ifa berhasil memenuhi tantangan Ibu?
Selain cerpen di atas, ada semibilan cerpen seru lainnya yang menghiasi buku ini. Semua bercerita tentang benda kesayangan. Dijamin keren dan asyik dibaca!!
 
Penasaran kaaaan, jadi silahkan beli di Toko buku kesayangan anda (promosiiii)
Bulan Januari kemarin masih ada stok 12 eksemplar di Gramedia Jl. Sudirman, Jogja

Ayoooo, keburu kehabisan


Jangan Asem