Kubertemu sebuah jiwa yang luka
Rapuh dan berduka
Meski ditutup senyum tawa
Tak bisa singkirkan kabut tebalnya.
.
Kubertemu sebuah jiwa yang luka
Mencoba gapai kanan kirinya
Agar tak tenggelam dalam telaga nestapa
Sungguh nelangsa...
.
Wahai jiwa yang luka
Berserahlah, pasrahkan pada pemilik segala
Yang digariskan untukmu tak lari kemana
Yang ditakdirkan bukan milikmu tak kan kaupunya
.
Wahai jiwa yang luka
Nestapamu kan hilang
Saat kau memeluk luka
membiarkan-Nya membasuh semua
Membawamu kembali dalam teduh dan tenan
Rabu, 04 September 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
'Bunda sudah di bandara, sebentar lagi sampai rumah' SMS yang dikirim Risma semenit lalu ke ponsel Bima, suaminya. Segera s...
-
Sejak dulu aku tidak suka sepak bola, tidak suka main sepak bola maupun menonton pertandingan sepakbola. Sewaktu kecil aku dan keluar...
-
Wuih, gak ada habisnya ngomongin serunya ketemu dengan para Ibu dan calon Ibu yang keren dan penuh semangat di IIDN Jogja nih . ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar