Kami biasa menyebutnya 'Di', iya...hanya 'Di' tak tahu nama lengkapnya, semua orang yang kutahu menyapanya 'Di'.
.
Ah, sebenarnya tak tepat juga kata menyapa, Di tak pernah nampak ngobrol dengan siapa-siapa, dia sibuk menggembala wedhus-wedhus gembelnya. Menunggu di tepi sawah yang selesai dipanen, tempat piaraannya merumput, sambil mengepit kayu kecil panjang di ketiak dan bagian perutnya menggembung tempatnya menyimpan bekal dibalik baju.
.
Selain kesulitan berkomunikasi, Di rupanya tak bisa berhitung, sejak pertama melihatnya orang akan tahu Di punya kemampuan Yang berbeda. Wedhus gembelnya banyak dan terus beranak-pinak, itulah kelebihan Di, bertangan dingin menjaga ternak.
.
Namun Di tak pernah berhitung, berapa wedhus yang digembala, berapa yang pulang bersamanya. Suatu pagi buta aku pernah menemukan seekor anak wedhus terperosok di sawah depan rumah, kuminta suami menanyakan ke orang-orang sebrang dusun, rupanya itu anak wedhus Di, tertinggal saat perjalanan pulang dan Di tak menyadarinya.
.
Sore tadi ada keributan, Di berlari-lari kebingungan, tak ada suara, hanya nampak mukanya panik tak terkira.
.
Di tidak menemukan semua wedhusnya, padahal jelas-jelas dia menggembalakan serombongan di sawah habis panen selatan musholla. .
Di hanya ingat, seorang laki-laki paruh baya menyapanya dengan ramah, memberinya es teh dalam gelas plastik yang segera dihabiskannya.
.
Samar-samar Di ingat, kemudian datang sebuah mobil bak terbuka, lelaki ramah tadi menghalau semua wedhusnya masuk kesana.
.
Belum tamat
Kamis, 25 Juni 2020
Duduk dan berbincang
Duduk dan berbincang
Berdiri dan berbincang
Rebahan dan berbincang
Tentang apa saja
Hal remeh temeh sederhana
Terkadang tentang harapan dan cita-cita.
Juga mengapa ada hal yang boleh atau sebaliknya tidak layak dilakukan
Diskusi kecil yang kadang memeras otak ibuk untuk menjawab pertanyaan dengan bahasa sederhana dan tidak memunculkan pertanyaan susulan.
Cerita bersama yang seringkali berujung ketawa cekakakan namun tak jarang air mata teruraikan .
Sejatinya....bercerita, nguda rasa, menghaluskan perasaan, menguatkan ikatan, menabung kenangan.
Berdiri dan berbincang
Rebahan dan berbincang
Tentang apa saja
Hal remeh temeh sederhana
Terkadang tentang harapan dan cita-cita.
Juga mengapa ada hal yang boleh atau sebaliknya tidak layak dilakukan
Diskusi kecil yang kadang memeras otak ibuk untuk menjawab pertanyaan dengan bahasa sederhana dan tidak memunculkan pertanyaan susulan.
Cerita bersama yang seringkali berujung ketawa cekakakan namun tak jarang air mata teruraikan .
Sejatinya....bercerita, nguda rasa, menghaluskan perasaan, menguatkan ikatan, menabung kenangan.
Tak Kuasa
Kadang tak kuasa membeda ini fajar atau senja. Sama takmampunya mengeja namaMu di tengah dera rasa entahku.
Terkadang memang berasa dalam batas paling tenang. Namun seringkali tersadar dalam hampa dan meremang. Ketika itu datang hanya untaian pinta yang teruraikan. Harap untuk tetap mampu tatap. Bertahan dalam kokoh kuat belai laras pujian.
Terkadang memang berasa dalam batas paling tenang. Namun seringkali tersadar dalam hampa dan meremang. Ketika itu datang hanya untaian pinta yang teruraikan. Harap untuk tetap mampu tatap. Bertahan dalam kokoh kuat belai laras pujian.
Guru TeKa
.
Yanguti-nya the Raans guru SD. Meski tak pernah diajar di sekolah, aku ingat betul gaya mengajar Ibuku. Tipikal guru kelas satu yang kala itu menjadi tumpuan mengenalkan huruf dan angka satu demi satu.
.
Empat dari tujuh kakak-ku kuliah di IKIP (nama waktu itu), meniti langkah menjadi guru.
.
Aku, meski pernah ngajar di satu akademi di kota tempat tinggalku, tidak sedang menjalani profesi sebagai guru. Meski berdiskusi dan menularkan ide adalah sesuatu yang mengasyikkan buatku, garis nasib saat ini tak membawaku menjadi guru.
.
Etapi, di berbagai kesempatan, orang-orang yang baru kenalan seringkali mengira guru adalah profesiku. Lebih sering dikira guru TK atau pengasuh PAUD.
.
Pernah di suatu waktu, ketika aku pergi ke Dinas perhubungan, berniat mencari data kepadatan lalu lintas untuk melengkapi data pendahuluan thesis, tanpa bertanya terlebih dahulu, resepsionis mengarahkanku ke petugas yang mengurus ijin kunjungan ke taman lalu lintas yang biasanya dipakai untuk outing anak TK. Mbak resepsionis tersipu ketika kujelaskan maksud tujuanku. "Saya kira mbak guru playgroup", katanya waktu itu.
.
Sebenarnya garis wajah Bapak yang turun padaku agak-agak jutek dan serius, namun bisa jadi tarikan wajah, cara bicara dan ekspresi yang kupelajari dari Ibuku yang guru banget itu berpengaruh besar pada cara bicaraku.
Senang juga, sepanjang yang kukenal guru TK dan playgroup anak-anakku semuanya berwajah ramah dan menyenangkan. Ha...ha.
.
Apa yang dibuat orangtua, bakal direkam anak dan ditampilkan juga Sama anaknya. .
.
Ibuknya Raans kalo tanduknya dah keluar (istilah Raan3 kalo tahu ibunya kesal), ya...tetap aja. Senggol bacok
Hati-hati ya.
Ikiopo, malah ngancem😁
.
Maaf ya the Raans .. .
Meleleh
Apalah daya hati yang meleleh tiap kali menatap langit cantik di ujung hari.
.
Berbilang ribuan senja sudah dinikmati, tetap saja tak terwakili bagaimana rasa entah tanpa jeda selalu menghampiri.
.
Bisa jadi karena banyak keliru yang pernah berlaku dan hadirkan sesal tak menentu.
.
Harapnya rasa muncul dari untai syukur atas apa yang sudah hadir kemudian berlalu, apapun itu.
.
Berbilang ribuan senja sudah dinikmati, tetap saja tak terwakili bagaimana rasa entah tanpa jeda selalu menghampiri.
.
Bisa jadi karena banyak keliru yang pernah berlaku dan hadirkan sesal tak menentu.
.
Harapnya rasa muncul dari untai syukur atas apa yang sudah hadir kemudian berlalu, apapun itu.
Bahkan
Bahkan keruh air pun kan dapat memantulkan bayang. Sepanjang ada sinar, sepanjang ada mata yang memandang.
.
Percuma pantulan sinar dan jernih air di sekeliling, jika sudah enggan memperhatikan, jika netra tak mau lagi mengamati.
.
Ketika indra tak sanggup lagi merasa, tak mau meraba, segan mengecap, muak menatap.
.
Itulah ketika pintu menutup. Meski kau hela dengan sekuat daya, meski kau ketuk dengan sepenuh tenaga.
.
Kembalilah meski harus berlari.
.
Kembalilah meski harus beringsut
.
Kembalilah meski harus merangkak
.
Temukan sebenar-benar harapan, yang bertumbuh dengan tenang, dengan tenang.
.
Percuma pantulan sinar dan jernih air di sekeliling, jika sudah enggan memperhatikan, jika netra tak mau lagi mengamati.
.
Ketika indra tak sanggup lagi merasa, tak mau meraba, segan mengecap, muak menatap.
.
Itulah ketika pintu menutup. Meski kau hela dengan sekuat daya, meski kau ketuk dengan sepenuh tenaga.
.
Kembalilah meski harus berlari.
.
Kembalilah meski harus beringsut
.
Kembalilah meski harus merangkak
.
Temukan sebenar-benar harapan, yang bertumbuh dengan tenang, dengan tenang.
Ikatan
Ikatan darah simpul kuat yang tak teruraikan, dengan segala kisah saling di dalamnya. Saling sayang, saling perhatian, saling bertentangan, saling berusaha memenangkan perhatian, yang sejatinya berujung pada cinta saudara tak terbantahkan.
.
Cerita masa kecil, mengukir rasa hingga dewasa. Membekal diri dengan rasa percaya, sejauh apapun terpisah jarak, terentang waktu, tetap ada saudara yang bermuara pada pokok awal yang sama.
.
Kini hingga kelak dewasa nanti, ketika orangtua tak lagi membersamai. Tetap saling menjaga, saling mendoa. .
Langganan:
Postingan (Atom)
-
'Bunda sudah di bandara, sebentar lagi sampai rumah' SMS yang dikirim Risma semenit lalu ke ponsel Bima, suaminya. Segera s...
-
Sejak dulu aku tidak suka sepak bola, tidak suka main sepak bola maupun menonton pertandingan sepakbola. Sewaktu kecil aku dan keluar...
-
Selain oseng-oseng dan sop senerek, sayur masakan ibuk jaman kecil yang melekat di ingatan adalah jangan asem. . Mungkin biasa buat orang ...