Rabu, 04 September 2019

Sebentar saja

Sore tadi berdiri sebentar berdua dengan @raanskh di ujung gang rumah.
.
Melihat langit yang cantik sekali. Raan1 mengambilkan gambar untuk ibu Raan yang gak bawa hp.
.
Ngobrol sebentar, langit cantik di atas sudah berubah dengan sangat cepat.
.
Ya....semuanya sementara, semuanya sebentar saja.
.
Kecantikan yang nampak mata tak kan bertahan lama.
.
Kecantikan yang tertangkap hati dan jiwa akan terpatri selamanya.

Orisinil

Orisinil, orisinal, asli. Itu gaya senyum Raan4, tarikan bibir yang otomatis menyipitkan mata dan menyembulkan pipi.
.
Orisinil, kupanggil dia cantik, yang selalu membuat wajahnya berseri menghapus cemberut tiap kali digoda mas nya soal pigmennya yang paling berlimpah di antara the Raans.
.
Ini bukan sekedar cerita pigmen, ini soal orisinil. .

Kemarin sempat "berbincang" dengan teman soal kemampuan orang tertentu untuk menyampaikan sesuatu persis dengan apa yang pernah dibaca atau didengarnya dengan sangat presisi sampai titik dan komanya. 
Baik mengulang secara lisan maupun tulisan. .

Buatku sih, kemampuan bicara dan menulis tiap orang itu beda-beda ya, dan keduanya bisa diasah dan dilatih untuk menjadi semakin baik.
.

Yang harus ditanamkan sejak awal untuk yang mulai "belajar tampil" bicara dan menulis adalah menjaga orisinilnya omongan dan tulisan. .

Iya, tak ada yang sebenar-benar orisinil. .

Omongan dan tulisan kita pasti sudah dipengaruhi bacaan, pengalaman, tontonan, teori dan perbincangan sebelumnya. .

Tapi mustinya diiringi kemampuan untuk mengendapkan kemudian menyampaikan kembali dengan cara berbeda dengan tetap mengedepankan kesopanan menyebutkan sumber awal jika memang merupakan kutipan habis-habisan atau disampaikan bahwa tulisan atau apa yang disampaikan adalah berdasarkan masukan dari berbagai sumber.
.

Dalam berbagai perbincangan kutemukan banyak kekecewaan dari para pengagum tulisan atau omongan yang kemudian kecele setelah tahu bahwa yang dikaguminya itu hanya mengutip tanpa menyebutkan sumber asli.
.

Makanya, jangan gampang kagum...ehm.
.

Wallahu a'lam bisshawab

Resepsinan

Resepsi yang dalam KBBI diartikan sebagai pertemuan atau jamuan resmi dalam pesta pernikahan atau pelantikan.
.
Bulan-bulan ini banyak digelar resepsi nikahan, banyak yang menyebutnya bulan baik menjelang Ramadhan. Jadi puasa nanti nggak sendiri lagi. Ya nggak, mBlo?
.
Beberapa waktu lalu pernah mbahas sih dengan para lajang ( baik jomblo maupun non jomblo) tentang arti penting resepsi nikahan.
.
Kalau gak ada dua kubu dan versus pastinya gak.seru, dan aku yang sudah kepala empat sok tua jadi penengah.
.
Nikah itu, kesepakatan dua pihak. Jadi, mo resepsi ato tidak itu ya disepakati dua pihak. Pihak di sini tentu bukan cuma calon penganten laki dan perempuan, tapi beserta orang tua, Kakak, adik, Om tante, pakdhe budhe, simbah eyang, tetangga kanan Kiri....hehehe...tergantung seberapa besar lingkaran pembuat keputusan mau dianut.
.
Nikah itu yang penting rukunnya wajib terpenuhi sampai jadi sah suami istri, memberi kabar gembira ke khalayak ramai dan berbagi kebahagiaan juga baik.
.
Toh sekarang klo mau irit juga bisa disiasati kok, kayak misal nih kemarin ada lho yang menawarkan ke temannya " Bro, foto video prewed gratis dari aku, ntar acara pake harga teman, harga saudara"
.
Kan asyik tuh kalo yang menawarkan keringanan ga cuma dokumentasi, tapi ada tawaran keringanan dekorasi, katering, Gedung, busana, MC....syukur-syukur mencarikan calonnya sekalian. Ini khusus buat kamu yang masih jomblo. Yo ra, mBlo?

.
Ehm, dah mau puasa....maaf lahir batin ya, mBlo

Jiwa yang terluka

Kubertemu sebuah jiwa yang luka
Rapuh dan berduka
Meski ditutup senyum tawa
Tak bisa singkirkan kabut tebalnya.
.
Kubertemu sebuah jiwa yang luka
Mencoba gapai kanan kirinya
Agar tak tenggelam dalam telaga nestapa
Sungguh nelangsa...
.
Wahai jiwa yang luka
Berserahlah, pasrahkan pada pemilik segala
Yang digariskan untukmu tak lari kemana
Yang ditakdirkan bukan milikmu tak kan kaupunya
.
Wahai jiwa yang luka
Nestapamu kan hilang 
Saat kau memeluk luka
membiarkan-Nya membasuh semua
Membawamu kembali dalam teduh dan tenan

Pejuang UN

Iya, besok Senin UN. Sekarang hari tenang. Setelah rangkaian segala try out, TPM, TPPU dan sebagainya dan sebagainya. Sekarang hari tenang. .
Teringat saat menemani Raan1 belajar persamaan kuadrat. Raan1 tanya, "Buat apa sih belajar matematika begini, kepake nggak pas udah tua?. Ibu sekarang kerja juga pake excel, ada kalkulator, gak pake persamaan kuadrat".
.
Mhmmmm....meski persamaan kuadrat pada prinsipnya bisa diterapkan di hidup nyata macam menghitung waktu jatuhnya benda yg dilempar atau memprediksi waktu jumlah pelanggan kalo kita jadi pedagang dan sudah punya pemodelan, tapi kenyataannya kemampuan hitung cepatku paling pol dipake untuk ngitung pas belanja sayur di mbak Tri, bakul sayur langganan.
.
Jadi pertanyaan Raan1kujawab dengan "Kepake langsung untuk kerja nggak sih, Kak. Tapi paling nggak kepake kan buat ngajarin anaknya?" Jawab ibuk sambil kedip-kedip lalu mrenges .
Buat pejuang UN, anak-anak dan ibuk-bapaknya. Rasah spanneng, lalui dengan yakin dan santai. Bukan sekedar hasil yang utama tapi usaha selama ini, kemauan untuk menjalani dengan semangat dan JUJUR.
.
Itu sudah

Golput

Pernah dua kali dalam banyak kali kesempatan memilih ( presiden, legislatif, kepala desa) aku golput. .
Pertama tidak memilih karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk ke TPS, kedua kali karena tidak mengenal betul (dan tidak berusaha mengenal) calon yang ada.
.
Pagi ini berangkat ke TPS, setelah semalam menyempatkan browsing nama caleg dan mencari tahu track recordnya, meski yang ditampilkan belum bisa menggambarkan tentang caleg yang maju (percayalah, aku pernah "mlongo" diberi Allah kesempatan melihat bagaimana pencitraan itu bisa begitu sistematis direkayasa).
.
Paling tidak pagi ini tidak berangkat dengan tangan kosong.
.
Alhamdulillah sudah selesai, semoga siapapun yang akan mewakili dan memimpin negeri bisa amanah untuk Indonesia yang lebih baik

Kopi beh beh

Pagi ini menyeruput kopi hitam tanpa disaring. .
Aku dan suamiku menyebutnya dengan kopi beh-beh. (Baca e nya seperti melafalkan e pada kentang)
.
Tetap enak diminum sambil mengenang waktu menikmati kopi beh-beh yang ada campuran gilingan jagung dalam bubuknya.
.
Masa lalu saat masih mendaki gunung lewati lembah menggendong ransel macam ninja hatori.
.
Yuk, ngopi

Jangan Asem